Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Makanan SRABI ndaa..
Sek,
ini tak kutip dari wikipedia,..

Serabi (kadang disebut Surabi) merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia, ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca dan serabi asin dengan taburan oncom yang telah dibumbui diatasnya. Di Bandung, serabi biasa dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas
Ini resepe nda...
Cara membuat kinca: Campurkan semua bahan kinca, aduk rata, didihkan.
ini tak kutip dari wikipedia,..
Serabi (kadang disebut Surabi) merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia, ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca dan serabi asin dengan taburan oncom yang telah dibumbui diatasnya. Di Bandung, serabi biasa dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas
Ini resepe nda...
Bahan / Bumbu :
- Bahan resep kue serabi:
- 259 gram tepung beras
- 550 cc santan dari ½ butir kelapa
- 100 gram kelapa setengah tua, parut, dan kukus
- 50 cc air perasan daun pandan
- ½ sdt garam
- Bahan Kuah Srabi dan Pemanisnya atau biasa disebut kinca:
- 100 gram gula merah
- 100 ml santan dari ½ butir kelapa
- 1 sdm gula pasir
- 1 lembar daun pandan, didimpulkan
- ¼ sdt garam
Cara Membuat :
- Rebus santan, aduk sampai mendidih, angkat.
- Campurkan tepung beras, kelapa, dan garam. Aduk sampai rata.
- Tuangkan santan dan air pandan perlahan-lahan sedikit demi sedikit, aduk-aduk.
- Siapkan piringan dari tanah liat, panaskan di atas api.
- Olesi piringan dengan minyak.
- Tuang adonan secukupnya
- Tunggu sampai adonan berlubang
- Tutup piringan dan tunggu sampai matang
- Angkat, sajikan dengan kinca
Notes
Resep kue serabi merupakan resep andalan untuk membuat kue serabi yang lezat dengan isian aneka rasa.
Es Dawet Gempol Srabi - Barat Pemda Tulungagung
Angkringan, dari Jogja ke Tulungagung
Kemunculan tiga warung kaki lima "angkringan" di Kota Tulungagung mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar.
Meski belum menimbulkan efek "keramaian" yang fenomenal, kehadiran tiga angkringan atau lebih dikenal dengan sebutan "warung sego kucing" itu cukup menarik perhatian banyak pihak di Kota Marmer.
"Rasanya seperti sedang di Yogyakarta lagi. Faktanya, masih banyak pengunjung angkringan yang menyampaikan respek mereka terhadap keberadaan warung yang menjadi salah satu ikon atau ciri khas kehidupan sosial di daerah sepanjang Solo-Yogyakarta tersebut.
Selain di jalan raya jurusan Tulungagung-Kediri, dua warung angkringan lain teridentifikasi Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru dan di jalan lingkar Tulungagung-Trenggalek, tepatnya di Desa Boro, Kecamatan Ngantru.
Tidak hanya gerobak angkring terbuat dari kayu jati yang menjadi ciri khas angkringan Yogyakarta yang didatangkan secara khusus ke Tulungagung, tetapi hampir seluruh ornamen, peralatan, bahkan seluruh menu makanan dibuat sama persis dengan produk aslinya.
Satu-satunya yang membedakan antara angkringan yang ada di Jawa Tengah dengan yang sekarang ada di Tulungagung adalah menu minuman kopi.
Angkringan di daerah Jawa Tengah yang masyarakatnya memang tidak memiliki tradisi "ngopi", biasanya sajian kopi dibuat dalam gelas berukuran jumbo atau semijumbo, dengan kwalitas rasa yang rendah.
Sementara warung angkringan yang saat ini ada di Tulungagung, sajian kopi disuguhkan kepada pembeli dalam wadah gelas berukuran kecil dengan kwalitas rasa lebih baik, mengikuti selera rasa masyarakat lokal yang memang memiliki tradisi "ngopi" atau "nyethe" setiap hari.
>> seputartulungagung
Langganan:
Postingan (Atom)