Goa Selomangleng
![]() | |
| pemandangan Goa Selomangleng - Tulungagung |
Masih sangat dekat dengan beberapa tempat wisata di Tulungagung , yaitu di kawasan Boyolangu Tulungagung ,Kita kali ini akan membahas mengenai Goa Selomangleng di tulungagung. Untuk kali ini kami sebagian besar mengutip artikel ini dari blog tetangga dan juga sumber yang ada. Tulungagung sendiri tidak hanya memiliki wisata pantai nya dan juga kuliner dan warung kopinya tapi kita juga memiliki tempat wisata berupa Goa yang sangat jarang ditemui di Tulungagung.
Wisata Goa memang bukan hal yang umum bagi masyarakat Tulungagung , namun karena alasan ini lah Goa selomangleng menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menarik terutama bagi para pemuda di Tulungagung.
kadang kala karena kesamaan nama dengan goa di Kediri , banyak orang goa yang dimaksud adalah Goa selomangleng kediri padahal kita juga punya goa yang sama cuma bedanya Goa di tulungagung perlu lebih di kenalkan saja.
Berikut adalah informasi yang kami dapat,silahkan dijadikan referensi destinasi wisata jika mampir ke Tulungagung.
Kompleks Goa Selomangleng yang menempati areal kehutanan di lingkungan BKPH Kalidawir, atau tepatnya di Dusun Sanggrahan Kidul, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, merupakan lereng Jurang Sanggrahan yang cukup terjal. Berbatasan dengan kebun milik penduduk, kompleks ini dapat dibedakan atas dua bagian, yakni bagian yang sekarang agak datar yang berada di bagian bawah, serta bagian yang terjal di bagian atas.
Di bagian pertama itulah terdapat dua buah goa, sedangkan sebuah candi terdapat di bagian kedua. Ketiga kekunoan tersebut merupakan hasil pengerjaan pada bongkahan batu besar, memenuhi hampir seluruh sisa bagian atas batu.
Goa pertama berada di bagian tanah yang relatif datar, merupakan hasil pengerukan terhadap sebuah bongkah batu besar (monolit) dengan bentuk mulut persegi empat sebanyak dua buah. Gua pertama dihiasi dengan relief, sedangkan goa kedua tidak memilki relief. Lahan yang ditempati bongkahan batu bergoa tersebut meliputi areal seluas 29,5 m x 26 m. Ukuran bagian dalam goa pertama adalah: panjang 360 cm, lebar 175 cm, dan dalam ceruk 380 cm. Mulut goa mengahadap ke arah arah barat. Relief dipahatkan pada panel di dinding sisi timur dan utara.
Banyak sekali terdapat Relief yang terpahat di dinding Goa yang menjelaskan tentang cerita kuno pewayangan jaman dulu. Hiasan itu menggambarkan bagian dari cerita Arjunawiwaha, yakni ketika Indra memerintahkan bidadarinya untuk menggoda Arjuna di Gunung Indrakila.
Digambarkan pula adegan ketika bidadari menuruni awan dari kahyangan ke bumi. Gua kedua terletak di bagian selatan dari goa pertama, pada bongkah yang sama, tetapi pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan goa pertama. Goa yang di bagian selatan ini menghadap ke selatan dan tidak memiliki hiasan apapun di dalamnya. Ukurannya panjang 360 cm dan lebar 200 cm
Beberapa meter di sebelah timur goa tersebut, pada tempat yang lebih tinggi terdapat bongkahan batu yang dipahatkan kaki dan batur candi berdenah persegi empat dengan ukuran panjang 490 cm dan lebar 475 cm. Dinding batur candi tersebut dihiasi palang Yunani berbingkai bujursangkar.
Banyak hal unik yang tergambar dari relief itu dan masih belum diketahui apa hubungan satu sama lain nya.
Diduga kuat kalau situs tersebut dibuat dan digunakan pada akhir abad X. Sebaliknya, berdasarkan cara pemahatan dan penataan rambut tokoh-tokohnya, Satyawati Suleiman, berpendapat bahwa goa tersebut berasal dari masa awal Majapahit.
Pantai Sanggar, Salah Satu Pantai di Tulungagung
| PANTAI SANGGAR - Tulungagung |
Pantai Sanggar, mungkin masih sedikit asing bagi banyak warga Tulungagung terutama bagi mereka yang bermukim di wilayah utara kota Tulungagung .Namun jangan salah Pantai sangga menyimpan pesona dan keindahan yang sangat berkelas dan mampu membuat orang akan tidak pernah melupakan keindahannya.
Mari kita mulai mengulas keindahan pantai sanggar dari beberapa sumber yang kami dapat.Pantai ini dapat kita temui bersamaan dengan gugusan pantai indah di wilayah Tulungagung.
Terletak di Desa Jengglungharjo kecamatan Tanggung gunung - Tulungagung. Sejatinya jika pemerintah setempat mau melirik keindahan pantai ini, maka potensi yang ada disini akan menjadi peluang bagi banyak pihak. Dikenal dengan pantai yang masih sunyi namun keadaan asri dan menarik dengan pesona yang menggoda , pantai ini bak permata yang hanya perlu dipoles sedikit untuk mendapatkan keindahan sempurna.
Pntai Sanggar di dominasi dengan pasir halus dan karang - karang ( Lihat Photo ) sehingga menambah estetika keindahan yang dimunculkannya. Kembali lagi jalur menjadi halangan untuk datang ke tempat ini, karena hanya bisa diakses dengan jalan kaki namun ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang mencari kepuasan sejati dan petualang sejati.
Pantai ini lokasi yang terletak 30 km dari kota Tulungagung merupakan kesan tersendiri dibanding pantai lain misalnya Pantai Popoh, Pantai Sine di tulungagung atau bahkan pantai Prigi yang sudah masuk kawasan Trenggalek maupun pantai tambak rejo yang ada di blitar pun kalah telak dengan pesona alami pantai Sanggar ini. Pantai ini belum merupakan kawasan wisata walaupun dekat dengan kawasan wisata pantai Sine. Dari segi geografis pantai ini terletak di kecamatan tanggung gunung. Desa terakhir yang dapat diakses pun adalah desa Ngelo yang merupakan desa yang terletak 5 km sebelum pantai Sine. Untuk pantai Sine sendiri sebenarnya terletak diantara 2 kecamatan yaitu Tanggunggunung dan Kalidawir yang hanya dibatasi oleh sungai. Namun untuk akses ke pantai Sanggar ini hanya bisa diambil melalui jalur barat (masuk wilayah Tanggung gunung).
Jangan harap kita bisa langsung berdiri di bibir pantai Sanggar ini karena jalur pantai ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam atau kurang lebih 3-5 km. Bagi para petualang sejati medan yang ditempuh tidak cukup sulit walau hanya berupa jalan setapak yang di tumbuhi rerumputan dan pohon alami. Tumbuhan yang ada pun sangat beragam mulai dari tanaman perdu sampai jenis pohon besar yang banyak dan rimbun. Kesan sejuk pun didapatkan di wilayah hutan sepanjang perjalanan ke pantai tak satupun terik dan panasnya matahari dapat, banyak hal yang bakalan didapat. Tak satupun rumah bakalan kita temui dalam perjalanan ke pantai ini karena kita harus mendaki bukit dan menyusuri pinggiran.
Pantai Sanggar merupakan pantai yang cocok untuk menikmati sunrise saat matahari terbit dari sisi itulah munculnya sang mentari yang hangat menyinari pantai yang panjang itu. Jangan harap kita dapatkan pondokan atau sekedar gubug buat menginap, yang ada hanya pasir putih buat alas kita. Deru ombak yang tinggi tak lepas didengar, itulah ciri khas laut pantai selatan yang terkenal dengan ombak yang ganas. Namun demikian ombak yang menerpa pantai Sanggar ini tidak sedasyat pantai lain di tulungagung, karena lokasi yang berupa teluk inilah ombak dari laut bebas akan terpecah oleh batuan karang sepanjang pantai. Karang ini menjorok sepanjang 50meter-100 meter dengan kedalaman sedada hingga 3 meter tergantung pasang surut air laut. Sungguh indah biota yang ada didalamnya, ikan bahkan duri babi pun tak lupa bersarang dibawah deburan ombak. Pasang air laut dipantai ini terjadi pada siang sampai sore hari sekitar jam 2 siang sampai menjelang magrib. Sayang untuk momen sunset tidak bisa kita dapatkan di pantai nan elok ini, hanya dapat di lihat dari karang disisi barat yang berbatasan dengan pantai Ngelur. Sangat berbeda sekali dengan pantai Ngelur yang terdiri dari Batuan karang yang tinggi mirip dengan tebing setinggi 5-10 meter. Sangat cocok untuk menikmati Sunset dan menikmati deburan ombak di lautan Lepas (Laut Bebas). Panjang karang setinggi 5-10 meter itu menjorok ke tengah laut sepanjang 200meter, namun untuk menempuhnya dari sanggar diperlukan waktu 45menit sampai 1 jam jalan kaki melintasi sisi barat pantai sanggar. Pantai Ngelur ini lebih mirip dengan Watu Ulo yang sudah melegenda itu. ( from Simplexchamp.wordpress.com)
bagi kamu yang ingin berenang di daerah ini, kami usulkan agar sedikit berhati - hati karena seperti pantai selatan lain, Pantai sanggar juga memiliki ombak yang cukup besar apalagi dominasi karang harus juga di waspasdai.
namun hal itu tetap tidak menghilangkan pesona keindahan pantai sanggar ini.
Sekian sedikit info dari kami, dan kesan serta saran sangat di nantikan.Dan mari kita tingkatkan potensi wisata Di Tulungagung menjadikan Tulungagung kota wisata yang maju.
Berikut photo - photo dari pantai Sanggar yang kami ambil dari beberapa sumber.
![]() |
| keadaan saat surut hampir sama dengan tanah Lot |
![]() |
Peresmian Terminal Gayatri Tulungagung
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Suroyo Ali Muso meresmikan Terminal Penumpang Tipe A (Gayatri) Kabupaten Tulungagung, Rabu, 29 Oktober 2014. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan untaian bunga melati serta peninjauan ke Terminal Penumpang Tipe A (Gayatri) Kabupaten Tulungagung oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Peresmian Terminal Penumpang Tipe A (Gayatri) Kabupaten Tulungagung selain dihadiri Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga dihadiri antara lain Bupati Tulungagung, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur, Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Tulungagung, Sekda Tulungagung, Kepala Dinas/Badan/Bagian lingkup Pemkab Tulungagung, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Kediri dan Trenggalek serta undangan lainnya.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Suroyo Ali Muso, dalam sambutannya antara lain berpesan terminal yang sudah dibangun secepatnya diserahkan kepada pemerintah daerah. Selanjutnya pemerintah daerah agar segera menyediakan anggaran salah satunya untuk perawatan. Selain itu, juga meminta agar pemerintah daerah lebih ketat memeriksa kelaikan kendaraan dan memberikan keamanan serta keselamatan bersama.
Dalam sambutanya Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, Msi berharap Terminal Gayatri Tulungagung segera dapat melaksanakan pelayanan secara optimal sesuai dengan pengertian Terminal yang merupakan unit pelaksana yang bertugas untuk penyelenggaraan operasional terminal penumpang dan menjamin terjaganya kualitas pelayanan angkutan.
Ditambahkan oleh Bupati Tulungagung dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung mempunyai program kebijakan berlalulintas yang ber empati yaitu menciptakan kondisi lalulintas yang di dalamnya mengandung unsur-unsur keselamatan dengan menekan tingkat kecelakaan.
>> humas tulungagung
Upacara Sumpah Pemuda di Pemda Tulungagung
Ribuan Pemuda dari berbagai lembaga mulai dari SD, SMP, SMA, SMK , Mahasiswa, Ormas Pemuda se Kabupaten Tulungagung selasa, 28 oktober 2014 mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Tulungagung, tahun 2014. Upacara yang berlangsung di Halaman Kantor Pemkab Tulungagung ini juga diikuti oleh Anggota TNI Kodim 0807, Anggota Polisi Polres Tulungagung serta PNS di Kabupaten Tulungagung.
Pada Upacara Peringatan hari Sumpah Pemuda kali ini selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM dan dihadiri Unsur Forpimda Kabupaten Tulungagung, Kepala SKPD Terkait Lingkup Pemkab Tulungagung, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Pengurus Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung, Pengurus GOW , dll..
Dalam sambutanya Wakil Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM diacara ini mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 86 tahun ini yang mengangkat tema ” Bangun soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan, “tema tersebut mengandung pesan bahwa kita berupaya agar para pemuda dapat memainkan peranya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional, soliditas pemuda sangat penting artinya untuk mencapai kemajuan pemuda sebagai syarat utama kemajuan suatu bangsa. “jika pemuda solid maka bangsa kita akan semakin maju, kuat dan bersatu, sehingga pembangunan dapat kita laksanakan secara lancar dan berkelanjutan.” Tegas Wabub.
>> humas tulungagung
Penampakan Terminal Tulungagung
Inilah penampakan terminal Baru Tulungagung, dan “Gayatri” diambil sebagai namanya. Mungkin proyek ini tergolong lama karena baru bisa selesai kurang lebih setelah 3 tahunan. di awal 2014 ini akhirnya difungsikan secara normal artinya Bus semua bisa masuk dan keluar di jalur yang berbeda, karena awalnya masih menggunakan satu jalur dan harus balik arah masuk dan keluar di pintu yang sama.
Kesan bersih sudah terlihat di terminal ini dan semoga nantinya akan menjadi salah satu icon kota yang mencerminkan bersihnya Tulungagung
>> seputarta
Maket Terminal Tulungagung
Selayang pandang Nasi Lodho Tulungagung
A. Selayang Pandang
Tulungagung merupakan kabupaten yang termasuk dalam wilayah administratif Provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang terkenal sebagai daerah penghasil marmer ini berjarak kira-kira sejauh 154 km ke arah barat daya dari Surabaya. Namun, Tulungagung tidak hanya lekat dengan industri marmer saja, banyak sekali potensi wisata dan kuliner yang menjadi daya pikat kabupaten yang terletak di pesisir selatan Samudera Hindia ini. Salah satu jenis makanan khas tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Tulungagung adalah nasi ayam lodho, masakan dengan bahan dasar ayam dengan rempah-rempah resapan bumbu bersantan.
Nasi ayam Lodho adalah menu warisan leluhur orang asli Tulungagung. Sejak zaman dahulu kala, nasi ayam lodho selalu menjadi menu wajib yang harus tersedia di setiap acara perjamuan, termasuk pesta, syukuran, perkawinan, dan acara-acara khusus lainnya. Tulungagung sendiri pada mulanya adalah wilayah yang termasuk dalam naungan Kerajaan Kadiri yang beribukota di Daha (sekarang menjadi Kota Kediri).
Keberadaan nasi ayam lodho sebagai warisan dari orang-orang terdahulu ternyata masih lestari hingga sekarang, bahkan dengan tetap mempertahankan resep aslinya, yakni dengan racikan bumbu rempah-rempah yang sangat mungkin sukar untuk ditiru oleh bangsa lain. Orang-orang yang masih melestarikan masakan tradisional ini kebanyakan sudah berusia lanjut, dan tentunya diharapkan keaslian resep nasi ayam lodho dapat dipertahankan selama mungkin.
B. Keistimewaan
Dilihat dari wujudnya, nasi ayam lodho mungkin sedikit serupa dengan opor atau kare ayam karena sama-sama berjenis masakan bersantan. Akan tetapi, nasi ayam lodho Tulungagung punya kekuatan cita rasa tersendiri. Selain memakai ayam kampung yang tentunya jauh lebih lezat ketimbang ayam negeri, bumbu-bumbu berupa rempah-rempah asli Indonesia menjadi salah satu faktor penentu yang membuat masakan nasi ayam lodho menjadi begitu spesial di lidah, dan pastinya mengenyangkan perut.
Ciri khas nasi ayam lodho Tulungagung sebenarnya terletak pada citarasa pedasnya. Ada beberapa tempat makan di Tulungagung yang khusus menyediakan menu nasi ayam lodho dengan rasa yang pedasnya super nendang, dan oleh karena itu, masakan nasi ayam lodho yang seperti ini disebut dengan nama “nasi ayam lodho setan†karena saking pedasnya. Selain jumlah cabai yang dipergunakan sangat banyak, cabai-cabai itu direbus bersama kuah lodeh sehingga pedasnya lebih terasa menyengat namun justru menambah nikmat. Namun, bagi Anda yang bukan penyuka masakan pedas, tidak usah khawatir karena kadar pedas nasi ayam lodho bisa disesuaikan dengan selera Anda, tergantung jumlah cabainya.
Selain nuansa pedasnya yang menggigit, keistimewaan nasi ayam lodho juga terletak pada racikan bumbu rempah dan santannya. Ayam kampung yang notabene sudah berasa enak kian terasamaknyus dengan resapan bumbu rempah-rempah yang menggoyang lidah. Daging ayam kampung yang empuk semakin terasa nyata nikmatnya dengan ramuan khas warisan nenek moyang. Pokoknya, sekali Anda menjajal masakan ini, dijamin akan ketagihan.
Untuk menghasilkan citarasa nasi ayam lodho yang sempurna, daging ayam hendaknya diolah dengan melalui dua tahapan. Pertama, daging direbus dahulu dalam rendaman santan kelapa dan racikan berbagai jenis rempah-rempah, antara lain: cabai rawit, daun salam, lengkuas, serai, daun jeruk, garam, bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, dan jinten bubuk. Kedua, setelah santan dan bumbu rempah-rempah benar-benar meresap, daging kemudian dibakar atau dipanggang di atas bara api dengan bahan bakar arang, baru kemudian disajikan bersama nasi putih hangat dan urap sebagai menu pelengkapnya.
C. Lokasi
Masakan tradisional nasi ayam lodho dapat Anda temukan di banyak tempat di Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya. Salah satu warung makan nasi ayam lodho yang terkenal di Tulungagung adalah yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo, Jalan WR Soepratman, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Plusukandang, Sukoanyar, dan di beberapa tempat lainnya di Kabupaten Tulungagung.
Di tempat-tempat yang telah disebutkan di atas, ada beberapa warung makan yang khusus menyediakan nasi ayam lodho super pedas, namun juga ada yang bisa disesuaikan dengan selera Anda. Anda juga bisa memilih, apakah ayam lodho yang Anda pesan akan disantap bersama nasi beras (padi) atau nasi tiwul (ketela). Selain nasi ayam lodho, di sejumlah rumah makan tersebut Anda juga memesan jenis masakan khas Tulungagung lainnya, seperti kare menthok, ayam bakar bumbu kecap, sop ayam, dan lain sebagainya.
D. Harga
Nasi ayam lodho dijual dengan harga yang bervariasi sesuai dengan daging ayam yang dikehendaki pembeli. Untuk nasi ayam lodho porsi biasa dengan suwiran atau potongan daging ayam dipatok harga Rp. 5000,00. Jika Anda menginginkan dada ayam atau bisa juga jeroan ayam, maka banderolnya sedikit naik menjadi sekitar Rp. 7000,00. Harga nasi ayam lodho akan meningkat lagi apabila pembeli menghendaki potongan daging ayam yang besar, yakni sampai dengan Rp. 10.000,00 untuk tiap porsinya.
>> Indonesiawonder
Langganan:
Postingan (Atom)





